HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN PENGENDALIAN DIRI DALAM MENCEGAH RISIKO PERILAKU KEKERASAN FISIK DI SMA NEGERI 1 LIMBOTO
Keywords:
Kekerasan Remaja, Pengendalian Diri, Pencegahan di Sekolah, Regulasi Emosi, ResiliensiAbstract
Latar Belakang: Resiliensi dan pengendalian diri merupakan dua faktor mental yang saling berhubungan erat dalam mencegah perilaku kekerasan pada remaja. Resiliensi memungkinkan individu untuk bangkit dari tekanan dan tantangan, sedangkan pengendalian diri membantu mengatur emosi serta impuls agresif; kombinasi keduanya membentuk mekanisme protektif yang efektif dalam menekan munculnya perilaku agresif, khususnya di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat resiliensi dan pengendalian diri dalam upaya pencegahan perilaku kekerasan fisik pada siswa SMA Negeri 1 Limboto.
Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan cross-sectional, melibatkan 91 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat resiliensi dan pengendalian diri dalam kategori sedang, dengan temuan adanya hubungan signifikan secara statistik antara resiliensi dan pengendalian diri terhadap pencegahan perilaku kekerasan (p < 0,05).
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa resiliensi yang tinggi berkorelasi positif dengan pengendalian diri yang baik, sehingga berkontribusi pada rendahnya risiko perilaku kekerasan pada remaja. Oleh karena itu, intervensi edukatif berbasis sekolah yang menekankan penguatan resiliensi dan regulasi emosi direkomendasikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.




